Rabu, 06 Februari 2019

renungi...

TAK ADA YANG ABADI


Tak ada yang abadi, semua milik Allah kalau pun Allah berkenan mengambil kembali apa yang sudah Dia berikan maka kita harus mengikhlaskan dan berkata Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Semuanya hanya titipan jadi mengapa harus sombong? Manusia tak punya daya dan upaya apapun kecuali atas izin Allah. Manusia lemah, Allah tidak. Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Tidak mengantuk dan tidak tidur milik-Nya lah apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Penjagaan-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak berat memelihara keduanya.

          Hanya setitik kecil ilmu Allah yang aku mengerti atas kehendak-Nya. Jika tujuh lautan dijadikan tinta dan pepohonan di dunia ini dijadikan pena tak kan mampu menulis ilmu Allah. Jadi mengapa harus sombong?
          Saat aku  mengkhawatirkan urusan di dunia Allah akan hadir dan aku meyakini everything is gonna be alright.

          Karena semua akan kembali pada-Nya, pertanyaan besar buatku, apakah sanggup jika Allah mengambil kembali apa yang sudah Dia titipkan kepadamu, Asmara?, apakah siap kamu menghadap kepada-Nya?, bekal apa yang telah kamu siapkan?, cukupkah amalan baikmu yang telah kamu perbuat di dunia ini untuk menolongmu?

          Karena kamu akan menghadapi itu semua sendirian tak ada lagi sanak saudara, kerabat dekat bahkan orangtua mu pun tak dapat menolong. Tak ada satu orang pun yang dapat menolong hanya dengan syafaat Rasullullah, dan atas kehendak Allah Nabi Muhammad SAW dapat memberi syafaat.

          Menjalani hidup ini berat Yaa Allah, lelah mengejar urusan dunia jika sudah tercapai pun hal itu tidak abadi.

          Banyak buku yang sudah ku baca atau hanya sekedar artikel tentang riwayat hidup seseorang sampai ia meninggal beragam cara Allah mencabut nyawa hamba-Nya yang terbaru dan masih hangat diperbincangkan orang adalah kematian Ustadz Jeffry Al Buchory. Lalu bagaimana Allah akan mencabut nyawaku? Bagaimana riwayat hidupku akan dikenang orang? Terbukti dengan kematian almarhum Uje bahwa orang baik akan dikenang dengan baik, banyak yang menyolatkan jenazahnya, banyak yang mendoakannya, banyak yang mendatangi makamnya. Bukan hanya orang yang dekat tapi orang yang jauh dan tidak punya hubungan kekerabatan pun datang melayat.


8 Mei 2013

Selasa, 05 Februari 2019

ingat...

TINGGAL NAMA



aku suka membayangkan berbagai cara bagaimana aku meninggal.
dari mulai meninggal dengan normal, krn suatu penyakit, kecelakaan atau bahkan terbunuh.
menggelitik otakku, memikirkan pintu gerbang kehidupan duniawiku tertutup.
tak hanya membayangkan perkara bagaimana aku meninggal, perihal bagaimana aku dikenang setelah kematianku pun ku bayangkan.
akankah terjadi hal menggemparkan setelah kematianku?
apakah orang-orang akan mengenang kemurahan hatiku sepeninggalanku?
atau bahkan malah hal buruk yang terkenang sepeninggalan
bisa jadi ini yang dipikirkan pembuat jalan cerita final destination, menyajikan berbagai kemungkinan seseorang meninggal.
skenario demi skenario kematian terjadi di muka bumi, meninggalkan kisah tersendiri bagi yang ditinggali, dia yang tertinggal sambil menanti waktu ia meninggalkan bumi.
pernahkah kau bayangkan?
dirimu!
hingga tinggal nama.



Asmara Dewi Aqmarina
Bandung, 19 Juli 2017