Minggu, 16 Desember 2018

16 Desember

Aku Hilang


Apa yang harus dilakukan saat dunia berputar cepat di bawahmu,
waktu bergulir cepat tanpa disadari,
orang-orang bergerak semakin jauh darimu,
dunia yang semula kau genggam, lenyap dari sela jemarimu?


Bandung, 16 Desember 2015



PULANG


Ragaku tercerabut tak berdaya
Rapuh, serapuh akar serabut
kuasamu melampauiku, mencecar aku yang terabaikan
Duniaku dulu hilang atau aku yang tersesat?
Tersesat di belantara kota membuatku tuli dan buta,
Tuli karena kegaduhan dunia,
Buta karena gemerlap lampu kota
Aku rindu aku yang dulu
Silakan sebutku kampung
Setidaknya hatiku tak tuli, tak buta
Aku hafal jalan pulang haruskah aku mundur ke belakang?
Menyusuri jejak masa lalu
Musafir pun perlu pulang, menemukan muaranya yang lama, menata ulang hati, mengisi raga yang kosong


Bandung, 16 Desember 2015






BEBAS


Baguslah. Hujan deras di luar
Aku bisa meneriakan kebebasanku dengan lantang
Tak ada yang melarang
Hujanlah! hujanlah lagi! lebih deras lagi!
Redamlah! redam!
Hiruk pikuk suara kota, pedagang, klakson kendaraan, kereta, ibu-ibu mengomel, bocah merengek
Benci. Usahalah untuk diam!
Aku ingin kalian diam sekarang!
Untunglah bantuan Tuhan datang
Bala tentara Tuhan sudah datang
Secara alami mensetting semua menjadi mute
Mataku butuh secangkir kopi untuk menyesapi keajaiban alam yang tak abadi ini
Meneriakan kebebasan beradu dengan suara hujan akhir tahun yang masih sama



Bandung, 16 Desember 2018



Tidak ada komentar:

Posting Komentar